TUTUP TAHUN, 31 DESEMBER 2024, KHOTBAH PERNGANDUNGEN 3:22-24

Invocatio    :

Gelah terang wari-warindu si pepagi, dingen pengarapenndu pe la bene (Kua. 23 : 18)

Ogen         :

2 Korinti 5 : 17 - 19 (Resposoria)

Kotbah       :

Pergandungen 3 : 22 - 24 (Tunggal)

Tema          :

Nginget Perbahanen Tuhan

Bacaan :

5: 12 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, m  ia adalah ciptaan baru 1 : n  yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. o  5:18 Dan semuanya ini dari Allah, p  yang dengan perantaraan Kristus q  telah mendamaikan kita dengan diri-Nya 2  dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. 5:19 Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. r  Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.

 Kotbah

3 : 22 Tak berkesudahan kasih setia r  TUHAN, s  tak habis-habisnya t  rahmat-Nya, 3:23 selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! u  3:24 "TUHAN adalah bagianku, v " kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya.

Pendahuluan

Waktu tidak memiliki arti, kecuali jika kita memilih untuk membuat waktu tersebut menjadi penting, demikian ungkapan bijak dari seorang  Leo Buscaglia. Tak dapat dipungkiri tahun 2024 akan berakhir, waktu bagaikan jam yang berputar tak kenal kompromi dan berjalan terus menurut langkah jarum jam. Seberapa besar dan kemana kita investasikan waktu kita untuk dikatakan berarti? Hidup kita tahun ini di ibaratkan satu buku dengan jumlah lembar 365 kita akan membaca banyak peristiwa kehidupan seperti yang kita inginkan dan juga tidak seperti yang kita inginkan terjadi. Namun bagaimana kita memaknai isi dari tiap halaman lembar buku harian tahun 2024 kita ini? Harapannya tahun depan di 2025 banyak cerita indah dan berkatNya mendiami kita.

Isi

Jika dikatakan tadi, waktu tidak memiliki arti, kecuali jika kita memilih untuk membuat waktu tersebut menjadi penting, maka kita akan melihat Yeremia dalam kitab Ratapan ini memaknai masa jamannya dengan meratapi jatuhnya bangsa Israel ke tangan Babil

Kitab Ratapan, seperti nama kitabnya, berisi ratapan-ratapan atas jatuhnya Yerusalem ke tangan tentara Babel pada tahun 586 SM, dan kehancuran serta masa pembuangan setelahnya. Walaupun kitab ini pada umumnya bertemakan kesedihan karena kehancuran Yerusalem, terdapat pula baris-baris yang menunjukkan keimanan kepada Tuhan dan harapan akan adanya masa depan yang cerah di dalamnya, seperti teks kotbah kita yang menuliskan:  Tak berkesudahan kasih setia r  TUHAN, s  tak habis-habisnya t  rahmat-Nya, 3:23 selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! u  3:24 "TUHAN adalah bagianku, v " kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya ( Ratapan 3 : 22-24 )

a.Ay 22, tampaknya Yeremia memaknai kehancuran Israel dengan harapan besar. Dalam Kasih setia Tuhan ? di tengah kehancuran kota?. Tampaknya Yeremia mengingat betapa besarnya kasih Tuhan selam Israel ada. Tak habis habisnya rahmatNya kepada setiap masa dan waktu bagi yang berharap padaNya. Bukankah pengharapan ini menjadi kekuatan besar untuk tetap percaya pada kemurahan Tuhan? Jika kita sebagai pembaca masa kini dapat merasakan betapa besarnya iman, kasih dan harapan Yeremia menguatkan bangsa Israel untuk menyatakan imannya percaya bahwa Tuhan sumber kasih dan kemurahan tak pernah meninggalkan bangsaNya dalam kehancuran. Peristiwa iman ini mirip dengan yang dikatakan dalam 1 Petrus 5 : 10,  Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu y  dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya z  yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan a  dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya. Artinya tak seorangpun tanpa persoalan, tanpa penderitaan dan tantangan, mereka akan mengalami hal tersebut namun pastinya mereka akan keluar dari persoalan jika tiba waktunya. Bahkan jika ada lagi persoalan maka akan ada juga jalan keluar.

b.Ay 23. Bagaimana kasih Tuhan yang baru setiap pagi? Jika di ibaratkan kasih Tuhan seperti Terbitnya matahari setiap pagi, dalam keterbatasan manusia melihat hal ini sebagai ketentuan mutlak. Matahari terbit setiap hari itu hal yang umum dan mutlak terjadi. Demikianlah kita memaknai bahwa Kasih Tuhan juga mutlak setiap hari baru dan ada kehidupan dalam harapan. Ada semangat baru untuk percaya bahwa persoalan dan penderitaan akan selesai pada waktunya tanpa perlu di takuti. Benar masalah ada tapi bukan menghilangkan kegembiraan kita. Jika kita melihat terbitnya matahari maka kita juga boleh percaya demikianlah janji keselamatan dari Tuhan ada bagi kita melewati penderitaan. Seperti lagu KAKR Dari terbit matahari sampai pada masuknya biarlah nama Tuhan dipuji. Haleluya Tuhan Maha Kuasa Haleluya Tuhan maha Kuasa. Artinya menaikkan doa dan memuji Tuhan akan memberi arahan kita fokus pada Tuhan bukan pada persoalan. Lebih besar Kuasa Tuhan dari persoalan tersebut.

c.Ay 24. Tampaknya pengharapan yang benar hanya dalam Tuhan, sumber kekuatan dan benteng yang teguh untuk melindungi dan memelihara hidup kita. Yeremia sepertinya menyatakan imannya dalam perkataan bagian jiwanya, tak terhalang dirinya dalam Tuhan. Hubungan manusia dan Tuhan adalah mutlak maka otoritas Tuhan terjadi dalam diri setiap orang, apakah dalam suka dan duka. Kekuatan jiwa kita adalah kasih Tuhan. Hal ini dikatakan dalam 1 Tim 4 : 10 Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah u  yang hidup, Juruselamat semua manusia, v  terutama mereka yang percaya.  Dalam tantangan dan jerih lelah kita ada harapan memenangkannya bersama Kekuatan Tuhan.

Bagaimana sikap Kita jika ada persoalan ? Seorang Paulus dalam bacaan kita 2 Kor5 : 17-19dipanggil untuk memaknai persoalan dalam jemaat Korinti dengan melihat Kristus yang setiap manusia yang percaya menjadi baru dalam Kristus . Apa persoalan dalam jemaat korinti?

Surat ini berusaha menjawab permasalahan yang terjadi di Korintus. Ketika itu terjadi pertikaian antara Paulus dan golongan orang yang memfitnahnya Mereka adalah rasul-rasul palsu yang memberitakan Yesus yang lain. Akan tetapi, lawannya justru mengklaim Paulus sebagai rasul palsu sehingga kewenangannya sebagai rasul patut diragukan. Tindakan Paulus meninggalkan mereka dengan terburu-buru akhirnya menjadi hal yang disesalinya dikemudian hari, karena tindakannya itu seolah-olah membuktikan kebenaran tuduhan yang dikenakan kepadanya. Akhirnya orang-orang Kristen di Korintus ditinggalkan dalam keadaan yang kacau, di tengah-tengah pertikaian yang belum usai. Pernahkah kita mengalami hal seperti ini?

Namun demikian maksud penulisan surat ini, juga terkait erat dengan pertikaian yang pernah terjadi sebelumnya. Artinya melalui surat Paulus menyelesaikan persoalannya. Berdasarkan hal itu ia ingin membenarkan dirinya dari tuduhan yang sudah dikenakan pada dirinya, sekaligus menjelaskan bahwa ia adalah rasul yang sebenarnya dan bukan rasul palsu seperti yang mereka tuduhkan. Surat ini juga mencatat ungkapan syukur Paulus karena segala sesuatu yang sudah dibenarkan, dan bahwa Tuhan selalu menghiburnya ketika mengalami masa-masa sulit, hal ini disampaikan untuk menghibur jemaat Korintus yang juga sedang mengalami masa-masa sulit (pasal 1-7). Dalam surat ini Paulus juga menasehati mereka memenuhi janjinya untuk mengumpulkan uang yang nantinya akan diberikan kepada orang-orang kudus yang miskin di Yerusalem. Surat ini juga menceritakan kesedihan Paulus karena tidak bisa datang ke Korintus untuk mengunjungi mereka, dengan ini Paulus berharap kalau mereka tahu kesedihan Paulus karena sangat mengasihi mereka.

Paulus memaknai persoalan dengan harapan dalam Kristus. Dikatakannya Jadi siapa yang ada di dalam Kristus,   ia adalah ciptaan baru  yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Tampaknya persoalan tuduhan itu sudah dia serahkan dalam Kasih Tuhan persoalan bukan menurunkan makna hidup dalam kasih Tuhan sebab Yesus telah mendamaikan manusia dengan Allah Orang yang yang hidup dalam Yesus memiiliki harapan baru, kekuatan baru dan semhangat baru untuk melanjutkan rencana Allah dalam diri kita. Tampaknya persoalan bukan masalah justru peluang untuk lebih mengenal Kristus dengan cara baru menjawab tantangan dan persoalan.  

Paulus juga tampaknya mengatakan bahwa perdamaian ada dalam diri kita jika di temukan makna perdamaian antara manusia dan Allah dalam Kristus, untuk di saksikan dan diberitakan melalui orang-orang yang diutusnya ( Paulus meyakini dan menghidupi )  5:18 Dan semuanya ini dari Allah, p  yang dengan perantaraan Kristus q  telah mendamaikan kita dengan diri-Nya 2  dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. 

Demikianlah Paulus menyatakan kehendak Allah dalam dirinya sebagai hamba Nya untuk mengampuni orang yang bersalah dan emlukai kerasulannya, untuk itulah Paulus berdamai dalam dirinya menerima perbedaan orang yang tak menyukainya dengan tetap tertuju pada kehendak YA untuk mewartakan Kabar Baik tersebut. 5:19 Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. r  Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.

Penutup

Tema Tutup tahun ini adalah Nginget Perbahanen Tuhan, dengan Kitab Ratapan dalam kisah Israel yang hancur, Yeremia memilih memaknai untuk berharap pada Tuhan dalam melewati kehancuran dengan puing-puing kota yang diserang bangsa Babel. Yeremia percaya seperti matahari terbit setiap hari, maka kasih Tuhan akan menyelesaikan persoalan dengan memberi kekuatan semangat pemulihan dan makna baru bagi bangsa Israel. Bagaimana Paulus mengingat Perbuatan Tuhan dalam menjawab persoalan yang difitnah

sebagai Rasul palsu? Paulus menyadari bahwa Perdamaian ada diberikan Tuhan dimulai dari dalam dirinya. Jika Perdamaian itu ada dalam Kristus, maka ungkapan fitnah palsu akan berubah makna dengan mengabaikan fitnahan tersebut menjadi Fokus dalam pelayanan memberitakan Kabar Baik bagi banyak orang. Artinya Mengingat Perbuatan Tuhan yang besar dan penuh kasih mengubahkan persoalan menjadi berkat dalam menjalani rencananNYa kepa setiap orang. Persoalan bukan yang utama namun Kehendak Tuhanlah kekuatan yang dijalankan melewati persoalan apapun bentuknya. Invocatio Amsal 23 : 18 mengatakan bahwa Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang, selamat mendapatkan makna baru bagi kita dalam menutup tahun 2024 ini. Ingatlah kebaikan-kebaikan Tuhan, sebab baru rahmatNya setiap hari. 

Pdt. Julia P Br Tarigan

Runggun Yogyakarta

MINGGU 29 DESEMBER 2024, KHOTBAH ROMA 16:25-27

Invocatio   :

O senina-seninangku, nginget perkuah ate Dibata si mbelin si

isehkenNa man banta, kupindo man bandu: Endeskenlah kulandu man Dibata saja selaku persembahen si ngeluh rikutken si ngena ateNa. Sabab bage me arusna kam ersembah man Dibata sue ras biakndu selaku mahluk si rukur (Roma 12:1)

Khotbah :

Roma 16:25-27

Tema       :

Muji Tuhan Rasa Lalap/ Memuji Tuhan selamanya

 

KATA PENGANTAR

Memuji TUHAN sesungguhnya merupakan totalitas kehidupan orang percaya yang mensyukuri segala kebaikan TUHAN dalam hidupnya. Tidak ada sikap hidup atau cara lain yang dapat dilakukan manusia, selain memuji-muji Allah yang telah memelihara kehidupannya setiap hari. Memuji Tuhan bukanlah berarti bahwa Tuhan masih kurang pujian, sehingga manusia harus memuji-Nya dalam hidupnya. Maka bagi setiap orang percaya yang mensyukuri segala karya dan kebaikan Tuhan dalam hidupnya, maka hidupnya harus memuji-muji Tuhan selamanya. Apalagi ketika bagi kita yang telah merayakan natal beberapa hari yang lalu. Kita melihat betapa besar kasih Tuhan bagi kita manusia yang berdosa. Dia mau datang ke dunia ini untuk menyelamatkan kita.

Begitu juga minggu ini mengingatkan kita bagaimana Tuhan sudah menghantarkan hidup kita sampai pada penghujung tahun 2024. Kita mengingat akan penyertaanNya, kasihNya dan pertolonganNya bagi sepanjang kehidupan kita. Melalui semua pengalaman hidup kita membawa kita untuk memuji Tuhan.

 PENJELASAN TEKS

Prikop khotbah merupakan bagian penutup surat Roma. Ini mengulang kembali penegasan bagian awal surat Roma di pasal 1:16-17. Jika di pasal 1:16-17, Paulus menjelaskan bahwa Injil adalah kekuatan Allah, maka di tiga ayat terakhir di surat Roma ini, ia menjelaskan bahwa Injil adalah kemuliaan Allah. Pada pasal 16:25 menyatakan Kemuliaan Tuhan diwujudnyatakan melalui tindakan Allah menguatkan umat-Nya. “Menguatkan disini” mempunyai arti “menguatkan” agar dapat bertahan di tengah segala godaan dan ancaman yang mengelilingi umat Allah pada zaman akhir ini. (bnd 1 Tes.3:13;2 Tes 3:3).

Allah menguatkan umatNya melalui injil Yesus Kristus. Allah menguatkan umatNya dengan membukakan kepada umat-Nya tentang jalan keluar dari dosa, iblis, dan maut yaitu melalui Putra Tunggal-Nya, Tuhan Yesus yang diutus Bapa untuk menebus dosa umat-Nya. Dengan kata lain, Injil berkaitan erat dengan pribadi dan karya Kristus. Artinya Allah merencanakan keselamatan bagi umat manusia yang sedang menuju kebinasaan. Di dalam injil terlihat kekuatan Allah dalam kelemahan (1 Kor 2:7), penciptaan manusia yang sempurna di dalam Yesus Kristus (Kol.1:26-28), dipatahkannya kuasa maut, kedatangan hidup yang tak dapat binasa (2 Tim.1:9)

Pernyataan Allah kepada umatnya dirahasiakan. Rahasia itu telah didiamkan berabad-abad. “didiamkan” disini adalah bentuk pasih yang mengacu kepada pelaku yang tersembunyi, yaitu Allah sendiri. Tetapi sekarang telah dinyatakan dan yang menurut perintah Allah yang abadi, telah diberitakan oleh kitab-kitab para nabi kepada segala bangsa untuk membimbing mereka kepada ketaatan iman” Dari bagian ini, kita belajar bahwa Injil sebenarnya adalah penyingkapan diri Allah kepada umat-Nya yang dahulu dirahasiakan selama berabad-abad melalui tulisan para nabi. Berarti, sebenarnya, melalui tulisan para nabi, Injil sudah ada, namun Allah belum saatnya menyingkapkannya. Tuhan menyembunyikan rencana keselamatanNya dari zaman purba sampai zaman filsuf-filsuf Yunani. Bagi mereka Allah menyembunyikan rencanaNya; bagi mereka rencana keselamatan itu tetap rahasia.

Tapi sekarang telah dinyatkan  untuk membimbing mereka kepada ketaatan iman” (ay. 26). Kata Yunaninya adalah hupakoē yang bisa diterjemahkan ketaatan atau kepatuhan. Jadi yang ditekankan di sini adalah ketaatan kepada Allah. Mengapa Paulus menyoroti masalah ketaatan dan bukan (hanya) iman? Karena Paulus sendiri percaya bahwa semua bangsa pasti memiliki iman kepada Allah, maka ia perlu menegaskan kembali tentang iman kepada pribadi Allah dan tentu disertai ketaatan sebagai buah iman. Dengan kata lain, Injil bukan hanya membimbing umat-Nya pada iman kepada Allah, namun juga untuk menaati apa yang difirmankan-Nya. Ketaatan memang bukan proyek singkat, namun sebuah proyek panjang dan dibutuhkan proses. Bergumul sebagai suatu tindakan anak-anak Tuhan yang mengetahui dan mengerti firman Tuhan dan tentu mengetahui risiko di dalamnya, namun terus-menerus berusaha untuk taat kepada firman Tuhan itu. Berarti, ada daya upaya untuk mau berjuang terus-menerus mengalahkan si iblis dan kroni-kroninya dan lebih menaati Tuhan dan firman-Nya.

Dengan mengetahui Allah yang menguatkan umatNya dan memalui injil Allah membimbing umatNya kepada ketaatan iman sehingga nama Allah senantiasa dipermuliakan selama-lamanya (ay. 27). Di dalam Injil yang adalah kemuliaan Allah, tentu saja nama Allah senantiasa dipermuliakan selama-lamanya. Di sini, kemuliaan Allah langsung dikaitkan dengan kebijaksanaan-Nya. Hanya Allah yang penuh Hikmat. Artinya tiada yang sungguh-sungguh berhikmat selain Allah, hikmat Allah terlihat dalam diri Yesus Kristus.Melalui perbuatan Allah manusia memuji-muji Allah.

DaIam pembacaan kita, ajakan untuk bersukaria juga dikumandangkan oleh nabi “Aku bersukaria di dalam Tuhan, jiwaku bersorak sorai di dalam Allahku”. Ajakan untuk bersukaria ini sangatlah beralasan, sebab kemalangan dan kesusahan mereka telah diganti dengan keselamatan dari Allah. “la mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran”.  sukacita dan sorak-sorai tersebut karena perbuatan Allah yang dahsyat. Tuhan menyelubungi umatNya dengan pakaian keselamatan sehingga mereka aman dan nyaman terlindungi. Bahkan jubah kebenaran Allah menyelubungi mereka sehingga mereka terlindungi dan terhindar dari berbagai ancaman bahaya dalam bentuk apapun. Hal ini sepatutnyalah membuat umat Tuhan datang bersukaria untuk merayakan kasih dan kebaikan-Nya yang besar itu.

Roma 12 ayat 1 membicarakan tentang persembahan utuh dari diri seseorang. Memberikan tubuh sebagai persembahan utuh tidak bisa diartikan secara gamblang. Kalimat ini sebenarnya mengacu pada kehidupan umat Kristiani sehari-hari. Dimana prilaku seorang kristen mencerminkan karakter Kristus, diantaranya mengasihi, memaafkan, hidup kudus, memuji-muji Tuhan dan hidup menyenangkan Tuhan.

APLIKASI

Memuji Tuhan selamanya merupakan respon kita akan kasih Allah yang kita terima melalui penyelamatanNya. Kita telah melihat betapa besar kasih Allah bagi kita manusia yang berdosa melalui kedatanganNya ke dunia ini. Kasih Allah yang telah menyelamatkan kita menjadi salah satu alasan kita memuji Tuhan dalam hidup kita. Kita hidup atas dasar kebesaran, kebaikan Allah yang tak henti-hentinya yang telah diberikanNya bagi kita sehingga Allah sepenuhnya layak atas pujian kita.  Memang kita masih akan melewati segala keadaan hidup ini. Kita masih dapat ditimpa kesusahan, kegagalan dan penderitaan tetapi dengan mengingat kasih Tuhan Yesus Kristus bagi kita akan memampukan kita untuk memuji Tuhan.

Alasan yang lain yang membuat kita memuji Tuhan adalah karena Tuhan senantiasa menguatkan kita umatNya seperti dalam teks khotbah kita, Dia juga tetap memberikan pertolonganNya bagi kita (bnd ogen). Pemberitaan Kristus bagi kita membawa kita tetap dalam ketaatan iman. Pujian kita kepada Tuhan tidak lagi ditentukan oleh waktu, tempat, cara dan kejadian-kejadian hidup kita. Tetapi semua kehidupan kita menjadi suatu puji-pujian kepada Tuhan kita Yesus Kristus. Sebab diri kita kita persembahkan sebagai persembahan yang hidup bagi Tuhan. Pujilah Tuhan selamanya dalam segala musim kehidupan kita.

Pdt. Kristaloni Br Sinulingga

Runggun Semarang

NATAL II, 26 DESEMBER 2024, KHOTBAH LUKAS 2:15-20

Invocatio   :

Carilah Tuhan dan kekuatanNya, carilah wajahNya selalu ( I Taw 16:11)

Bacaan     :

Yehezkiel 36 :22-32 ( T)

Khotbah   :

Lukas 2:15-20 (T)

Tema         :

Ermomo Kerna Berita Simeriah

 

Pendahuluan

Berita merupakan konsumsi kita di masa sekarang ini terlebih dengan penggunaan media sosial yang sangat masif. Berita memilki peran penting dalam kehidupan masyarakat untuk mendapatkan informasi dalam segala hal, berita juga sebagai sarana untuk membangun kesadaran public,mengedukasi masyarakat,mendorong partisipasi dan aksi. Jadi jelas berita sangat besar manfaatnya bagi masyarakat. Tapi pada sisi lain berita juga bisa berdampak negatif bagi kita terlebih pada masa sekarang sebab banyak juga berita yang tidak benar dan berdampak kepada penyebaran berita bohong dan juga bisa memprovokasi dan menyebabkan kekacauan dan juga kerusuhan. Jadi jelas berita memiliki dampak yang positif bisa membangun dan mengubah prilaku tetapi pada sisi lain bisa juga merusak dan menimbulkan kerusuhan , kerusakan mental dan juga moral dan iman. Kalau kita ditanya pada masa sekarang ini dengan berita yang kita dengar apakah kita semakin merasa tentram dan damai atau kita semakin merasa ketakutan dan terancam?

Pendalaman Nats

Lukas menulis Injil ini kepada orang-orang bukan Yahudi guna menyediakan suatu catatan yang lengkap dan cermat "tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus, sampai pada hari Ia terangkat" (Kis 1:1-2). Lukas yang menulis dengan ilham Roh Kudus, menginginkan agar Teofilus dan para petobat bukan Yahudi serta orang-orang lain yang ingin mengetahui kebenaran akan mengetahui dengan pasti kebenaran yang tepat yang telah diajarkan kepada mereka secara lisan (Luk 1:3-4).Bahan Khotbah kita ada di Pasal 2. Di Pasal 1 Lukas mengalamatkan suratnya kepada Teofilus dan juga berita kelahiran Yohanes Pembabtis dan Yesus maka di pasal 2 dimulai dengan kelahiran Yesus dan bahan khotbah kita. LAI memberikan judul bahan khotbah kita “ Gembala-gembala” dimulai dari ayat 8-20.Pada ayat 8-14 kita melihat bagaimana malaikat menjumpai para gembala dan memberitakan mengenai kelahiran Yesus. Kita dapat melihat bagaimana respon dari para gembala setelah mendengar berita kelahiran Yesus tersebut. Berita tersebut disampaikan kepada gembala. Kenapa gembala pada satu sisi gembala ada yang memandang sebagai gambaran yang terpinggirkan. Tapi gembala juga adalah pekerjaan yang mulia. Kenapa gembala ada yang mengatakan bahwa pada masa itu tidak semua tempat bisa untuk menggembalakan domba terkhusus dekat Yerusalem dan Betlehen dan jika ada gembala menggembalakan domba di sekitar Yerusalem berarti itu untuk kepentingan Bait Allah untuk korban. Malaikat mau memberikan pesan bahwa akan terjadi perubahan bahwa persembahan akan berubah. Artinya bukan hanya peristiwa kelahiran tetapi juga mengenai kematianya untk menebus manusia. Selain itu gembala memiliki karakter yang bertanggung jawab dan juga mau berkorban demi domba dombanya (Living Theologia John BMcd).Ayat 15 Respon dari gembala setelah menerima berita kelahiran Yesus.Gembala merespon dengan mengatakan “ Marilah kita pergi ke Betlehem”. Jadi mereka memutuskan untuk berangkat ke Betlehem segera tampa menunda ( yang dikatakan tidak yang biasa bayi lahir dan terbungkus dipalungan ) . Pada waktu itu malam dan mereka tahu ketika berjalan malam pasti memiliki tantangan tersendiri tetapi walau demikian mereka berangkat. Tentu ini dilakukan karena mereka juga antusias sehingga seberat apa juga tantanganya mereka tetap berangkat. Ayat 16 Mereka berangkat cepat cepat dan apa yang dikatakan Malaikat benar adanya sebab mereka menjumpai Maria dan Yusuf beserta dengan bayi Yesus yang terbaring di palungan. Apa yang dikatakan Malaikat itu benar adanya.Ayat 17 gembala kembali menceritakan kepada orang yang ada disekitarnya. Berita yang mereka terima telah mereka saksikan sendiri dan terbukti benar apa adanya. Reaksi orang yang ada disekitar yang mendenar berita tersebut takjub. Pertanyaanya apakah mereka mengerti atau hanya terpesoan dengan berita tersebut. Dari bahan kita dikatakan mereka hanya takjub ini adalah wujud dari emosi sementara (Enduring Wold). Apakah peristiwa kelahiran Yesus hanya membuat kita juga takjub pada saat ini. Maria menyikapi dengan diam dan merenungkanya sebab ia juga melihat bahwa masih ada misis yang lebih besar menanti bagi diriNya.Ayat 20 Setelah mereka menyaksikanya dengan lengkap maka kita dapat melihat reaksi yang lain dari para gembala ketakutan, kebimbangan, kekurang percayaan semua sudah sirna berubah menjadi pujian yang memulikan dengan sukacita dan dengan percaya mewartakan kelahiran Juruselamat. Para gembala telah memiliki lengkap pemahaman akan Juruselamat yang dikabarkan malaikat kepada mereka. Ini adalah yang dinantikan dan yang ditunggu dan juga sebuah pembaharuan seperti yang dituliskan juga di dalam Kitab   Yehezkiel 36 dengan judul prikop “ Pembaharuan Israel”. Bangsa Israel akan diperbaharui mereka akan diselamatkan dan dikuduskan. Dan yang mampu meyelamatkan tersebut adalah Tuhan. Semu aspek kehidupan bangsa Israel akan dipulihkan kembali. Ini jelas dipenuhi didalam kedatangan Yesus sebagai Mesias. Pemulihan atau pembahatuan terjadi karena kehadiran dari Allah hal ini jelas juga diungkapkan oleh Daud. Ketika Tabut Allah dibawa ke Yerusalem dan wujud dari kemgembiraan bangsa Isrel pada waktu itu Daud menyuruh Asaf dan saudara saudaranya menyanyikan syukur dan salah satu ungkapan syukurnya adalah memuliakan Tuhan dengan mengatakan “ Carilah Tuhan dan kekuatanNya, carilah wajahNya selalu (invocatio). Daud mengungkapkan bahwa hanya dengan kekuatan Tuhan bangsa Isrel bisa selamat dan menjadi bangsa yang besar dan juga diberkati. Jadi jangan lagi meninggalkan Tuhan dan tetaplah hidup didalam Tuhan.

 Aplikasi

Apa yang ada dibenak kita atau dipikiran kita jika kita mendengar kata “ Natal”. Anak anak langsung membayangkan atau mau memiliki baju baru, ada juga terus sibuk dengan kegiatan apa yang akan dilakukanya dalam natal tersebut. Ada juga yang membayangkan akan makanan yang akan diterima sewaktu natal. Ada juga yang sibuk dengan membicarakan seragam. Pedagang membayangkan aka nada untung besar. Para yang suka belanja akan memahami bahwa aka nada diskon besar. Yang suka berpelesir akan mempersiapkan liburanya. Bagaimana dengan para Rohaniawan termasuk kita Pdt apa yang ada dipikiran kita ketika mendengar Natal. Apakah kita sibuk mempersiapkan khotbah Natal atau sibuk dengan jadwal Natal. Ya semua sah sah saja membuat sebuah pemahaman dan juga tindakan ketika kita mendengar berita Natal tapi hari ini disemua pemahaman dan tindakan kita apakah sudah sesuai dengan apa kata Firman Tuhan mengenai Natal tersebut. Dari Ketika bahan alkitab yang kitabtelah dengar dan baca ada beberapa pesan penting buat kita yaitu:

  1. Hidup manusia kadang tidak terlepas dari ketakutan. Sama seperti yang dialami oleh gembala yang ketakutan. Ketakutan ini bisa karena sakit penyakit, bisa karena ekonimo, bisa karena ketidak pastian di dalam kehidupan, bisa karena bencana dll. Dan satu yang pasti manusia berdosa ada didalam ketakutan karena dampak dari dosa adalah maut atau kematian. Dengan usahanya dan keberadaanya manusia tidak akan bisa keluar dari ketakutan tersebut. Untuk itu maka manusia butuh yang bisa menyelesaikan ketakutan tersebut.
  2. Para gembala bertemu dengan malaikat yang awalnya mereka takut. Tetapi malaikat membawa berita yang isinya bahwa di dalam Yesus yang lahir di Betlehem mereka akan terlepas dari ketakutan atas hukuman dosa tersebut. Mereka terus berangkat dan bergerak untuk memastikan berita yang merka dengan. Mereka bergerak dari padang gurun ke betlehem di malam yang kelam. Dan setelah mereka sampai maka mereka menyaksikan bahwa benar berita tersebut. Untuk mendapatkan berita tersebut banyak hal yang harus kita lakukan secara khusus meninggalkan tempat dan beranja memestian berita tersebut.
  3. Setelah menyaksikanya mereka meresponya dengan bersuka cita dan memberitakanya kembali dengan sukacita. Kehadiran Yesus dan pertemuanya dengan gembala menyebabkan ada sukacita da nada juga misi yaitu memberitakan sukacita tersebut. Pusat berita itu adalah Yesus dan gembala sebagai pembawa berita tersebut. Berita itu sukacita bahwa keselamatan ada didalam Yesus.Jadi semua kita yang sudah menerima Yesus pada saat ini disuruh mewartakan berita tersebut. Sukacita yang dunia ini tidak mampu berikan.
  4. Kita mewartakan sukacita itu bukan hanya dengan cara serimonial tetapi ketika kita menjadi sumber atau penyebab ketakutan buat sesama kita berhentilah. Ketika kita memiliki berkat yang dapat dibagikan mari kita berbagi berkat. Ketika ada saudara kita yang ada didalam kesusahan mari kita menolongnya. Ketika ada sudara kita yang tidak dipedulikan mari kita peduli. Cara menyampaikan berita itu tidak cukup hanya dengan serimonial dan perayaan tetapi mari kita wujud nyatakan di dalam tindakan berdasarkan kasih yang dilakukan di dalam Yesus. Semua kita bisa melakukanya sebab gembala juga yang dianggap rendah dan tidak dipandang dipakai oleh Tuhan mewartakan berita Natal.

Kesimpulan

Semua kita bisa dipakai oleh Tuhan ungtuk mewartakan berita keselamatan. Mari di Natal Tahun 2024 kita wujudkan sekaligus mengevaluasi dan juga mewujudkan tahun program kita 2024 “ Berkarya dan berguna bagi orang lain” Tuhan meberkati”.

                                                                     Pdt Luter Efrata Girsang

Info Kontak

GBKP Klasis Bekasi - Denpasar
Jl. Jatiwaringin raya No. 45/88
Pondok Gede - Bekasi
Indonesia

Phone:
(021-9898xxxxx)

Mediate

GBKP-KBD