Minggu 02 Juni 2019, Khotbah Mazmur 27:7-10 (Minggu Eksaudi)

Invocatio :

Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita;
sebab kita tidak tahu bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allahdengan kelihan-keluhan yang tidak terucapkan. (Roma 8 : 26)

Ogen :

Daniel 3 : 21 - 29

Tema :

“Dengarkan dan Jawablah Aku”

 

PENDAHULUAN
Jikalau kita mau melihat dan merasakan bagaimana kasih Allah di dalam kehidupan kita, sungguh sebenarnya tidak ada alasan kita untuk hidup dalam sungut-sungut dan keraguan akan Allah. Allah bahkan telah menyatakan kuasa dan kasihNya dengan memberikan jaminan keselamatan bagi kita. Hal ini seharusnya menjadikan dan menguatkan kita untuk semakin setia di dalam iman dan pengharapan kepada Allah saja. Namun di dalam kenyataan kehidupan banyak anak-anak Allah yang hidup dalam keraguan akan kuasa dan kasih Allah. Ditengah-tengah situasi yang tidak seperti keinginan kita (baik ekonomi, situasi keluarga, sakit penyakit dan pergumulan lain) terkadang ada yang bersungut-sungut, menyalahkan Allah bahkan hilang iman dan pengharapannya kepada Allah; merasa bahwa Allah tidak mengasihi kita, Allah tidak peduli bahkan meninggalkan kita. Pergumulan yang berat di dalam kehidupan membuat manusia terkadang lupa akan apa yang Allah telah perbuat di dalam kehidupannya, mencari jalan pintas, bahkan mencari pertolongan lain di luar Allah; yang pada kenyataannya bukannya semakin meringankan beban dan pergumulan itu. Oleh karena itu pada Minggu ini, kita diingatkan dan diteguhkan kembali untuk senantiasa berseru dan berserah kepada Allah saja di dalam segala situasi kehidupan kita. Minggu ini adalah minggu Exaudi yang artinya : Dengarlah seruan yang ku samapaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku (Mazmur 27 : 7).

URAIAN NATS
Mazmur 27 : 7 - 10
Daud adalah seorang yang populer, memiliki kuasa oleh karena kemasyurannya sebagai seorang raja yang mampu membawa Israel kepada kesuksesan, dan juga memiliki iman dan pengharapan yang kuat kepada Allah. Dibalik semuanya itu, ternyata kehidupan yang harus dijalani Daud tidak selalu mulus tetapi sering kali diperhadapkan dengan situasi yang sulit; baik ketika Saul ingin membunuhnya oleh karena Saul tidak bisa menerima bahwa Daud akan menggantikan dirinya sebagai raja bagi Israel, begitu juga ketika anaknya Absalom mengancam kehidupan Daud oleh karena ambisinya mewarisi tahta sebagai raja Israel. Mazmur 27 ini adalah mazmur Daud yang menggambarkan bagaimana Duad ditengah-tengah kesesakan, ketakutan dan keterancaman hidupnya tetap berlindung dan berserah kepada Allah. Bahkan Daud dengan tegas mengatakan bahwa Allah itu adalah terang, benteng dan keselamatanNya (ay. 1), oleh karena itu tidak ada satupun yang akan mengalahkannya, termasuk situasi dan pergumulan hidup yang berat sekalipun. Daud begitu meyakini dan mengimani bahwa Allah tidak akan sekali-kali meninggalkan dia ditengah-tengah pergumulannya. Segala yang terjadi di dalam kehidupannya tidak akan luput dari Allah yang akan senantiasa menolong dia.

Ayat 7 : Pemasmur ditengah-tengah pergumulannya tetap berseru kepada Allah. Ini mencerminkan sikap iman percaya Daud yang teguh kepada Allah. Dia yakin bahwa hanya Allah yang sanggup untuk meluputkannya dari segala persoalan yang mendera hidupnya. Daud tidaklah mengandalkan diri dan kekuatannya, dia juga tidak mencari tempat untuk meminta pertolongan yang lain karena dia sangat tahu bahwa hanya Allahlah tempat perlindungannya. Dia begitu tahu diri akan kemampuan dirinya yang sungguh sangat terbatas dan dia begitu sungguh mengenal Allah yang memiliki kuasa melebihi segala yang ada di muka bumi ini.

Ayat 8 : Bukan hanya berseru kepada Allah dengan kata-kata, tetapi Daud lebih dalam menyatakan imannya bahwa hatinya mengikuti firmanNya. Daud sungguh menyerahkan kehidupannya kepada kehendak dan rencana Allah. Daud ingin tetap berlaku setia kepada apa yang Allah kehendaki sekalipun ia berada dalam kesesakan. Mencari wajah Allah berarti senantiasanmendekatkan diri kepadaNya (menjalin hubungan yang baik dan intim bersama Allah); mencari Wajah Allah berarti tetap berada di dalam pengawasa dan perlindungan cinta kasih Allah.

Ayat 9 : Daud menyadari bahwa ia adalah manusia yang terbatas, yang terkadang tidak bisa luput dari kesalahan dan pelanggaran. Kesalahan dan pelanggaran yang dia perbuat bisa saja menbuat Allah memalingkan wajahNya dari padanya. Oleh karena itu Daud semakin memantapkan iman pengharapannya bahwasanya Allah tidak akan pernah berpaling darinya dan meninggalkan dia.

Ayat 10 : Ayah dan ibu adalah orang yang paling dekat dengan anaknya; yang selalu ada setiap anaknya membutuhkan dia; yang senantiasa mengasihi, menjaga, melindungi dan mencukupkan segala yang dibutuhkan oleh anaknya. Orang tua adalah tempat ternyaman seorang anak untuk mencurahkan isi hatinya dan mendapat perlindungan dari segalan ancaman kehidupan. Namun Daud menyatakan bahwa Allah itu melebihi dari seorang ayah dan ibu secara manusia. Allah akan senantiasa memperhatikan dan mengasihi dia. Sekalipun secara manusia (kekerabatan) tidak ada lagi tempat untuk mengadi, tetapi Daud memiliki Allah. Orang tua pasti memiliki keterbatasan di dalam menjaga dan mengasihi anaknya, tetapi Allah, yang adalah pemilik kehidupan ini dengan kuasa dan kasihnya akan senantiasa menjaga kehidupan umatNya.

Daniel 3 : 21 - 29
Perikop ini menyatakan bagaimana Allah dengan kuasanya mampu meluputkan Sadrakh, Mesakh dan Abednego dari perapian yang menyala-nyala. Kepatuhan dan kesetiaan dan iman mereka kepada Allah membawa mereka kepada keselamatan jiwa raga. Nyatalah kuasa dan kemuliaan Allah yang senantiasa menjaga dan melindungi anak-anakNya dari segala kesusahan dan sengsara. Allah tidak akan membiarkan ketidakbaikan dan kebinasaan mendekat kepada setiap orang yang sungguh percaya kepadaNya. Iman Sadrakh, Mesakh dan Abednego adalah iman yang teruji sekalipun nyawa mereka terancam. Tidak ada sedikitpun penyangkalan iman yang mereka lakukan kepada Allah sekalipun pada saat itu raja Nebukadneser telah membuat suatu perintah bagi semua rakyat supaya menyembah patung emas dan barangsiapa yang melanggar perintah itu haruslah dibuang hidup-hidup kedalam perapian yang menyala-nyala. Hal itu tidak membuat Sadrakh, Mesakh dan Abednego meninggalkan iman percayanya kepada Allah. Allah menyatakan kuasaNya dengan meluputkan mereka dari perapian yang menyala-nyala itu (bahkan 7 kali lebih panas dari biasanya) dan hal ini membuat raja Nebukadneser yaang tidak percaya kepada Allah mengakui kemahakuasaan Allah dan mewajibkan seluruh rakyatnya untuk menyembah Allah.

APLIKASI
1. Tidak ada satupun manusia di dunia ini yang hidup tanpa beban dan pergumulan. Segala pergumulan dan tantangan itu tujuannya adalah untuk membuktikan kemurnian iman kita sebagai orang yang percaya kepada Allah (1 Petrus 1 : 7). Oleh karena itu jangan pernah lari dari pergumulan dan tantangan hidup tetapi sebagai anak-anak Allah harus tetap berani menghadapi masalah itubersama-sama dengan Allah. Bukan dengan mengandalkan diri, harta, jabatan/pangkat atau manusia tetapi dengan tetap mengandalkan Allah sebagai satu-satunya benteng perlindungan dan keselamatan kita. Sekalipun berada dalam kesesakan yang begitu mengancam, tetaplah berseru kepada Allah dan Dia (dengan caraNya dan pada waktuNya) akan mendengar dan menjawab serian setiap anak-anakNya. Tetaplah hidup dalam iman dan pengharapan kepada Allah saja.

2. Tetaplah menjaga persekutuan yang intim dengan Allah. Persekutuan yang benar dengan Allah akan senantiasa membuat kita menjadi orang percaya yang tangguh dalam menghadapi segala pergumulan dan situasi hidup ini. Sekalipun hidup berada dalam keterancaman tetapi oleh karena persekutuan dengan Allah, kita tidak aka goyah dan kalah.

3. Tetaplah hidup dalam kesetiaan dan ketaatan akan firman Allah. Keberbedaan kita dari dunia dan keberanian kita menyaksikan identitas keimanan kita malalui tingkah laku kehidupan kita itulah yang Allah inginkan. Tidak sedikit anak-anak Allah yang kehilangan identitas keimanannya hanya oleh karena tuntutan kehidupan. Bahkan ada yang meninggalkan Allah hanya demi mendapatkan pengakuan dari dunia ini.

4. Sekalipun kita ini adalah manusia yang terbatas, sekalipun orang-orang disekitar kita meninggalkan kita. Ingatlah bahwa Allah tidak akan pernah meninggalkan kita. Sungguh Tuhan kita Yesus Kristus telah naik ke sorga, tetapi IA menjanjikan Roh Kudus sebagai penolong bagi kita; yang akan senantiana menuntun, menguatkan dan menghibur kita disepanjang jalan kehidupan ini. Jangan pernah meratapi keadaan, jangan pernah menyalahkan Tuhan, jangan biarkan kondisi kehidupan (baik keterpuruken dan kesenangan) menguasai diri kita dan membuat iman percaya kita goyah.

Pdt. Elba Pranata Barus
GBKP Runggun Bandung Timur

Minggu 26 Mei 2019, Khotbah Lukas 11:5-13

Invocation :

Perhatikanlah teriakanku minta tolong, ya rajaku dan Allahku, sebab kepadaMulah aku berdoa. (Maz. 5: 3)

Ogen :

Mazmur 102: 2-5, 13-23

Tema :

DibataMereken Si Mehuli (Allah Memberikan yang Terbaik)

 

1. Sebuah ungkapan berkata : “Disetiap Atap ada Ratap” artinya disetia atap/rumah pasti ada ratapan, ada pergumunan, ada penderitaan, baik ratap masalah keluarga, ratap masalah pekerjaan, ratap masalah ekonomi dsbnya. Dalam hal ini menarik kesaksian pemazmur dalam pembacaan dan Invocasio kita minggu ini, ketika ada ratapan ; ”hatiku terpukul dan layu seperti rumput”..dstnya, namun pemazmur mencurahkan pengaduannya kehadapan Tuhan. Perhatikanlah teriakanku minta tolong ya Rajaku dan Allahku, sabab kepadaMulah aku berdoa. Jelas arah Tuhan permohonan minta tolong ketika ratap menderpa kehidupan.

2. Teks Khotbah Minggu ini , Percakapan tentang Doa antaraYesus dan murid-muridNya terjadisetelahYesusberdoa disalah satu tempat(1). Hal iniYesus menginspirasi murid-murid, serta berkata “Tuhan, ajari kami berdoa”.SetelahYesus menceritakan “caraberdoa” (2-4) Yesus memberikan bahwa ada 2 inti dalam berdoa, inilah yang ditekankan Yesus dalam Lukas 11

#. Doa adalah sebuah Relasi
Penjelasan Yesus diawali dengan: “Jika seorang diantara kamu pada tenga malam pergi kerumah seorang sahabat.....(5).” Kata “sahabat”berarti menyangkut satu yang sangat dekat (akrab). Masalah pinjam-meminjam sangat biasa sekali dilakukan oleh orang yang bersahabat, tidak ada rasa segan, tidak takut rasa takut dan juga tidak akan malu.Yesus mengumpamakan berdoa seperti satu relasi dengan Sahabat.

Dalam ayat 8 Yesus menekankan : Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itulah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu , ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya.”. Kata karena orang itu sahabatnya, menjelaskan “harga” sebuah hubungan yang mengikat antara “sipeminta” dengan “sipemberi”. Berdasarkan hal inilah Yesus mempertegas dalam situasi konkretrelasi antara anak bapa bapa. Bapa manakah diantara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan?. Jadi Doa adalah pertanda sebuah hubungan. Kita berdoa karena kita mempunyai hubungan dengan Tuhan dan Tuhan menjawab Doa kita karena kita mempunyai hubungan dengan Tuhan.

#. Berdoa adalah “keberanian untuk meminta”
Melalui perumpaman ini sebenarnya Yesus sedang menggambarkan sebuah konsep berdoa kepada murid-murid “keberanian untuk meminta kepadaTuhan.”
Meminjam roti saat tengah malam membutuhkan sebuah nyali mengetuk pintu rumah teman yang mungkin sudah tertidur nyenyak dan akan menganggu istirahat pemilik rumah satu keluarga.Keberanian mengetuk pintu dan meminta di-identikken Yesus sebagai doa. Karena kepada orang yang meminta menerima dan setiap orang mencari mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu akan dibukakan”(8).
Dengan demikian kita menarik sutu kesimpulan bahwa kita harus memgembang iman “hospitalitas Allah” (Alah yang bersahabat). Karena Allah yang bersabat maka kita makakitaberanimendekati Allah serta meminta kepada-Nya.

3. Minggu ini disebut dengan Minggu Rogate: Berdoa.
Salah satu Calvin ialah Berdoa.Bagi Calvin berdoa adalah jiwa oranglak Kristen. Calvin sangat menekankan doa karena Yesus sendiri jadi inspiratory dalam doa. Yesus juga berdoa. Mari kita renungkan kembali Apakah GBKP selaku Gereja yang mengaku Calvinis sudah menjadikan doa sebagai lifestyle?

4. Tema: Allah memberikan yang terbaik. Mengapakita sanggup dan berani memberikan sebuah pengakuan iman bahea Allah yang terbaik? Karena ada relasi, kita bersahabat dengan Allah dan Allah telah, sedang dan akan memberikan yang terbaik atas doa-doa kita. Pdt. Eka Dharmaputra, dalam Bukunya;”Menguji Roh” menuliskan :”Memang tidak semua doaku terkabul tapi semuanya terjawab”. Allah akan menjawab segala Doa kita dan akan memberikan yang terbaik bagi kita, marilah tetap BERDOA.

Pdt. Iswan Ginting Manik
GBKP Pondok Gede

Kamis 30 Mei 2019, Khotbah Filipi 2:1-11 (Tuhan Yesus naik ke Surga)

Invocatio :

"Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan  kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi" Kisah Para Rasul 1:8

Bacaan :

Mazmur 47:1-10

Tema :

Sujud Menyembah Kepada Tuhan

 

Dalam peringatan Yesus naik ke surga, setiap orang percaya mengimani Yesus berkarya sebagai Anak Allah yang berkuasa. Peristiwa kenaikanNya ke surga menjadi rangkaian perjalanan Yesus bagi dunia, tanda kehadiran secara fisik diawali kelahiran, karya, kematian, kebangkitan dan kenaikan kembali kepada Allah Bapa (Bdk Yoh 16:26). Kenaikan Yesus ke surga memberi makna kembalinya Yesus dalam kemuliaan Allah Bapa. Dimana Allah bertahta, menjadi pusat dalam Firman, tindakan dan perintahNya. Kenaikan Yesus ke surga menjadi sebuah perpisahan fisikNya dengan manusia. Namun menjadi satu permulaan baru pertumbuhan gereja dengan pertolongan Roh Kudus. (van Niftrik-Boland)

Dalam pertumbuhan iman gereja akan kemahakuasaan Allah, bentuk taat, percaya dan setia dinyatakan dalam banyak hal. Sujud (Sajdah, Arab) merupakan suatu posisi dimana dahi, hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut bersamaan bersentuhan dengan lantai. Ini merupakan suatu pernyataan hormat dan berserah diri kepada yang kuasa. Tentunya sujud menyembah kepada Tuhan, merupakan suatu pengakuan bahwa Tuhan yang disembah, adalah Maha Kuasa yang kepadaNyalah diberikan hormat, pujian serta syukur atas segala yang Dia berikan dalam kehidupan manusia. Pengenalan yang sungguh, tentunya sangat penting. Karena melalui hal inilah setiap orang percaya dapat dengan sungguh berlaku setia kepada Allah yang disembah.

MAZMUR 47:1-10, merupakan sebuah ungkapan syukur penyembahan sipemazmur kepada Allah. Dia yang ditinggikan, disembah, segala hormat dan pujian. Semua ini dinyatakan sebagai tanggung jawab iman. Mengenal dengan sungguh siapa Allah yang diberikan hormat. Melalui pernyataan pemazmur, seluruh bangsa diajak untuk ikut menyembah Allah. Dengan tepuk tangan, mengelukan namaNya, diiringi sangkakala sebagai Tuhan yang Mahatinggi, Raja atas seluruh bumi. Seluruh bangsa diperkenalkan tetang Dia. Himpunan bangsa yang menjadi umatNya menyaksikan dan memberitakan bagi bangsa lain, agar turut memuliakan Allah.

Filipi 2:1-11, disuratkan nasihat Paulus kepada jemaat Filipi agar dapat bersatu hati dan merendahkan diri seperti Kristus. Paulus menunjukkan betapa Yesus dengan kerendahan hatiNya mau datang bagi manusia yang berdosa. Meninggalkan kemulianNya, mengambil rupa hamba menjadi seperti manusia agar manusia mengenal keselamatan. KaryaNya dinyatakan hingga mati di salib. Dalam hal ini, setiap orang percaya kiranya menyempurnakan sukacita dalam pengenalan akan Kristus, melalui kesatuan kasih, jiwa dan tujuan. Bukan menyembah Tuhan dengan mengutamakan diri sendiri. Melainkan menyembah Tuhan dalam pikiran dan perasaan. Agar seluruh penjuru bumi pun menyaksikanNya, mengenal Dia, ikut menyembah dan mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Dalam banyak cara tentunya kita dapat menyatakan pujian hormat kepada Tuhan sebagai kesaksian bagi dunia. Dengan nyanyian, doa, tindakan dan banyak lagi. Sujud menyembahNya menjadi salah satu cara yang dapat dilakukan. Tanda menggantungkan diri sepenuhnya dalam iman percaya kepada tuntunan Tuhan. Tentunya bukan sikap sujudnya yang terpenting, melainkan iman dan pengenalan yang sungguh sebagai motivasi yang melatarbelakangi berbagai sikap menyembah Dia. Agar pujian bukan menjadi formalitas, sukacita bukan sekedar perayaan. Tetapi sujud menyembah Tuhan dengan iman percaya bahwa melalui karya Yesus Anak Allah, kita memuji Dia dan bersukacita. Yesus kembali kepada Allah Bapa untuk mempersiapkan tempat bagi kita umatNya yang menyembah Dia dengan setia.

Sujud menyembahNya menjadi sebuah pengakuan Yesus sebagai Tuhan yang memberi bagi manusia penolong. Agar sekalipun secara fisik tidak lagi bersama dengan manusia di dunia, pengenalan akan Dia semakin nyata. Tuhan memberikan kuasa dalam RohNya yang Kudus. Sehingga setia yang percaya dimampukan menjadi saksi dimulai dari Yerusalem, Yudea, Samaria sampai ujung bumi (bdk. Invocatio).

Peringatan Yesus naik ke surga menjadi sebuah sukacia bagi setiap umat yang percaya. Bahwa Dia menjadi Tuhan yang membuka jalan dan memberi keselamatan. Apa yang dapat kita lakukan sebagai tanda sukacita yang besar? Tentunya dengan sujud menyembah dalam Roh dan kebenaran (bdk Yohanes 4:23-24). Nyatakan iman dalam tindakan yang didasari pengenalan akan Tuhan. Setia bejar akan FirmanNya, sukacita menceritakan tentang karyaNya. Roh Penghibur akan selalu diberikan agar tetap dapat menguatkan kita menjadi saksi Kristus, Tuhan kita. Amin

Pdt. Deci br Sembiring
GBKP Runggun Balikpapan

Info Kontak

GBKP Klasis Bekasi - Denpasar
Jl. Jatiwaringin raya No. 45/88
Pondok Gede - Bekasi
Indonesia

Phone:
(021-9898xxxxx)

Mediate

GBKP-KBD