MINGGU 08 MEI 2022, KHOTBAH KISAH PARA RASUL 9:36-43 (MINGGU JUBILATE : BERSORAKLAH)

Invocatio :

Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan Ia pun menyembuhkan mereka di sana (Matius 19:2).

Bacaan : 

1 Raja-Raja 17:17-24 (Tunggal)

Tema :

Banyak Orang Percaya Kepada Tuhan (Nterem Kalak Si Tek Man Tuhan)

 

KATA PEMBUKA

 Anthony de Mello dalam bukunya Doa Sang Katak 2 Meditasi dengan Cerita, menuliskan tentang seorang petani jagung yang mendapatkan penghargaan nasional karena ia memiliki kebiasaan membagi-bagikan biji jagung yang paling baik kepada petani-petani di sekitarnya. Ketika ditanya: “Mengapa kamu membagikan benih jagung terbaik kepada semua tetangga kamu?” Maka si petani jagung itu menjawab, “Jika aku menanam benih yang baik, dan tetanggaku menanam benih yang tidak baik. Lalu terjadi penyerbukan silang, entah lewat angin atau binatang. Apa jadinya? Aku pun tidak akan mendapatkan jagung yang berkualitas. Aku berbagi sehingga benih jagungku juga berkualitas.” Dari cerita Anthony de Mello tersebut, kita belajar bahwa ketika seseorang rela memberi yang terbaik untuk orang lain, maka kita sudah menjadi berkat buat orang lain. Kerelaan memberi bukan membuat seseorang merugi, melainkan malah memberkati. 

PEMBAHASAN

Bahan kotbah minggu ini dari Kisah Para Rasul 9:36-43 yang menceritakan kepada kita tentang seorang tokoh perempuan yang percaya kepada Tuhan serta hidup penuh kasih dan mau memberi bagi sesama manusia. Tokoh itu adalah Tabita, ia tinggal di Yope. Nama Tabita, dalam Bahasa Yunani disebut Dorkas. Mengapa nama Tabita, disebutkan juga dalam Bahasa Yunani ? Karena di Yope ini, penduduknya yang menetap adalah orang Yahudi dan juga bukan Yahudi. Nama Dorkas berarti “rusa betina”. Ia adalah satu-satunya perempuan dalam Perjanjian Baru yang disebut sebagai “murid perempuan” (Yunani : mathetria). Perempuan ini menonjol dalam perbuatan baik penuh kasih dan dalam memberi sedekah yaitu membantu orang-orang miskin. Sungguh, Tabita adalah seorang perempuan yang sangat berperan penting dalam jemaat. Tabita juga membuatkan baju dan pakaian yang diberikannya kepada para janda yang miskin. Ini menunjukkan bahwa Tabita sebagai seorang percaya kepada Tuhan, yang memiliki talenta membuat baju dan pakaian, mengembangkan talentanya itu dan mempergunakannya untuk menolong orang-orang dan para janda miskin. Mengapa ini dilakukannya ? Tentu saja berdasarkan kasihNya kepada Tuhan, dan Tabita juga mengasihi orang-orang yang ada dalam kesusahan serta menolong mereka. Ini merupakan bentuk pelayanan yang sangat baik untuk diteladani.

Tabita sakit lalu meninggal. Alkitab tidak secara langsung menjelaskan tentang penyakit yang di derita oleh Tabita, sehingga menyebabkan kematiannya. Meninggalnya tiba-tiba dan tentu saja menimbulkan dukacita yang sangat mendalam. Segala sesuatu untuk keperluan penguburan sudah dipersiapkan. Dan setelah dimandikan, mayat Tabita di baringkan di ruang atas. Ruang atas ini mungkin merupakan tempat pertemuan jemaat (seperti dalam Kis. 1:13 dan 20:8). Para murid yang ada di Yope tidak tinggal diam saja dengan keadaan dukacita yang mereka sedang hadapi.

Mendengar kabar bahwa Petrus ada di Lida, mereka menyuruh dua orang kepadanya dengan permintaan: “Segeralah datang ke tempat kami.” Mereka sangat berharap bahwa Petrus dapat menolong mereka. Mengapa ? Karena mereka telah mendengar bahwa Petrus telah menolong Eneas yang telah delapan tahun terbaring di tempat tidur karena lumpuh. Oleh kuasa Yesus Kristus melalui Petrus, Eneas disembuhkan dan dia bangun serta membereskan tempat tidurnya. Peristiwa inilah yang mendorong penduduk di Lida dan Saron berbalik kepada Tuhan (Kisah Para Rasul 9:32-35). Karena itu, para murid yang ada di Yope pun berharap bahwa Petrus dapat menolong mereka.

Bagaimana respon Petrus terhadap permintaan murid-murid dari Yope ? Petrus bukanlah seorang yang menunda-nunda pekerjaan, dan bukan juga seorang pemberi harapan palsu. Petrus segera berkemas dan berangkat bersama-sama dengan mereka. Setelah sampai di Yope, ia dibawa ke ruang atas dan semua janda datang berdiri dekatnya dan sambil menangis mereka menunjukkan kepadanya semua baju dan pakaian, yang dibuat Dorkas waktu ia masih hidup. Ini memperlihatkan kepada kita, betapa pelayanan yang dilakukan oleh Tabita sangat dirasakan manfaatnya, pelayanan yang menyentuh hati. Tentu saja, ini semua menambah duka mendalam bagi mereka sehingga mereka menangisi mayat Dorkas serta membawa semua baju dan pakaian yang dibuat Dorkas semasa hidupnya.

Mendengar dan melihat keadaan dukacita yang sedemikian, apa yang dilakukan oleh Petrus ? Petrus menyuruh mereka semua keluar, lalu ia berlutut dan berdoa. Ini menjelaskan kepada kita bahwa Petrus mengandalkan kuasa Tuhan yang bekerja melalui dia untuk membangkitkan Tabita. Petrus berkata : “Tabita, bangkitlah!” Lalu Tabita membuka matanya dan ketika melihat Petrus, ia bangun lalu duduk. Petrus memegang tangannya dan membantu dia berdiri. Kemudian ia memanggil orang-orang kudus beserta janda-janda, lalu menunjukkan kepada mereka, bahwa perempuan itu hidup.” (ayat 40-41)

Mujizat yang dilakukan Petrus ini, tersiar di seluruh Yope dan banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan. Petrus masih tinggal beberapa hari lagi di Yope, di rumah seorang yang bernama Simon, seorang penyamak kulit. Waktu yang beberapa hari di Yope ini, dipergunakan Petrus untuk memberikan pengajaran kepada orang-orang percaya kepada Tuhan, supaya mereka semakin teguh di dalam iman kepada Tuhan serta tetap setia kepada Tuhan. Orang-orang yang baru percaya kepada Tuhan, tetap membutuhkan perhatian, pendampingan serta pengajaran agar imannya semakin teguh di dalam Tuhan.

Kehidupan, kematian dan kebangkitan Tabita menjelaskan kepada kita tentang kebenaran Injil bahwa di dalam Tuhan ada kebangkitan bagi orang-orang yang percaya kepadaNya serta tetap setia berkarya untuk kemuliaan Tuhan.

Selanjutnya di dalam bahan bacaan minggu ini yaitu 1 Raja-Raja 17:17-24, yang menceritakan tentang bagaimana Elia membangkitkan anak seorang janda di Sarfat yang telah ditolongnya supaya memiliki makanan dan minuman ketika musim kekeringan. Janda Sarfat ini adalah seorang yang beriman, yang dengan penuh ketaatan patuh kepada Elia, melakukan apa yang perintahkan Elia untuk dilakukannya yaitu membuat sepotong roti bundar kecil bagi Elia, baru kemudian membuatnya bagi anaknya. Tindakan iman yang dilakukannya ini membuahkan hasil bahwa dalam kuasa Tuhan, tepung dalam tempayan tidak habis-habis dan minyak dalam buli-buli tidak berkurang sampai waktu Tuhan memberi hujan ke atas bumi (ay.15-16)

Janda di Sarfat ini memberikan kamar atas kepada Elia sebagai sikap hormatnya kepada Elia (ay.19,23). Adanya kamar di atas menunjukkan bahwa sebetulnya janda di Sarfat ini adalah seorang yang kaya. Karena pada umumnya, orang-orang membangun rumah sebagai tempat tinggal dengan satu kamar. Kalau seseorang mempunyai rumah dengan lebih dari satu kamar, apa lagi ada kamar di atas, itu sudah menunjukkan bahwa ia adalah orang kaya. Boleh jadi, janda Sarfat ini sebelumnya adalah orang kaya, tetapi, mungkin karena kematian suaminya dan juga musim kering (ay.7), ia menjadi jatuh miskin.

Selanjutnya, Janda Sarfat yang beriman, hidup benar serta bersikap hormat kepada nabi Elia ini mengalami penderitaan, yaitu anaknya mati. Di tengah penderitaan berat yang sedang dihadapi Janda Sarfat itu, apakah yang dia lakukan? Ia datang kepada Elia serta menceritakan dukanya (ay.18). Lalu Elia membawa persoalan itu kepada Tuhan melalui doanya. Elia berdoa supaya anak itu dihidupkan kembali (ay.21), dan Tuhan mengabulkan doa Elia serta menghidupkan anak itu kembali. Ini menunjukkan bahwa doa memiliki kuasa yang besar. Semua peristiwa yang dialami oleh Janda Sarfat ini semakin membawa dia mengenal bahwa Elia adalah abdi Allah. Penderitaan yang dialami oleh Janda Sarfat dan anaknya ini membawa kebaikan serta imannya juga semakin bertumbuh.

APLIKASI

Minggu ini disebut sebagai Minggu Jubilate, artinya bersoraklah. Makna kata Jubilate ini adalah bersorak-sorai atas sukacita yang kita alami. Sesuai dengan tema kotbah minggu ini, Banyak Orang Percaya Kepada Tuhan, tentu saja jikalau semakin banyak orang percaya kepada Tuhan akan membawa kita bersukacita di dalam Tuhan.

Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan IA pun menyembuhkan mereka di sana (Matius 19:2). Kuasa Tuhan yang bekerja, yang memberikan kesembuhan; dan juga kekuatan dalam menghadapi berbagai penderitaan seperti yang dialami oleh seorang janda di Sarfat. Demikian juga, kuasa Tuhan yang bekerja melalui Tabita dengan pelayanan kasih, memberi dengan sukacita yang dilakukannya, serta kebangkitannya dari kematian oleh kuasa Tuhan melalui Petrus yang datang mengunjungi Tabita; semua peristiwa ini membuat semakin banyak orang yang percaya kepada Tuhan.

Di tengah kehidupan kita pada masa kini, dengan berbagai pergumulan hidup yang kita hadapi, apa yang hendak kita lakukan, agar semakin banyak orang diteguhkan dan tetap percaya kepada Tuhan ?

1. Perkunjungan Rumah Tangga.

Setelah masa pandemi yang kita lalui, membuat program Perkunjungan Rumah Tangga secara langsung tidak dilakukan lagi agar memutus penyebaran Covid 19. Tetapi, sekarang penting untuk mengadakan perkunjungan rumah tangga secara langsung dengan melakukan protokol kesehatan yang baik. Melalui perkunjungan yang kita lakukan, kita dapat mengetahui berbagai pergumulan jemaat, mendoakan mereka serta mendorong mereka untuk terus mengandalkan Tuhan serta aktif ikut ambil bagian dalam pelayanan gereja kita.

2. Berbuat Baik

Seperti yang disampaikan oleh Bunda Teresa : Bila engkau baik hati, bisa saja orang lain menuduhmu punya pamrih. Tapi bagaimanapun, berbaik hatilah. Kebaikan yang engkau lakukan hari ini, mungkin saja besok sudah dilupakan orang. Tapi bagaimanapun, berbuat baiklah. Bagimanapun berikan yang terbaik dari dirimu. Selanjutnya, Bunda Teresa juga mengatakan : Jangan biarkan setiap orang yang datang pada anda, pergi tanpa merasa lebih baik dan lebih bahagia. Jadilah ungkapan hidup dari kebaikan Tuhan. Kebaikan dalam wajah anda, kebaikan dalam mata anda, kebaikan dalam senyum anda Hal ini tentu mendorong kita untuk tidak jemu-jemu berbuat baik (Galatia 6:9-10)

3. Berdoa

Di tengah penderitaan yang kita alami, percayalah dan setialah kepada Tuhan. Bahwalah penderitaan yang kita alami kepada Tuhan melalui doa. Pada akhirnya penderitaan itu membawa kebaikan bagi kita. Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah (Roma 8:28).

Tuhan memberkati kita. Amin.

Pdt. Crismori V. Ginting, S.Pd. M.Th

GBKP Sitelusada

 

Info Kontak

GBKP Klasis Bekasi - Denpasar
Jl. Jatiwaringin raya No. 45/88
Pondok Gede - Bekasi
Indonesia

Phone:
(021-9898xxxxx)

Mediate

GBKP-KBD