SUPLEMEN PA MAMRE 23-29 JANUARI 2022, MAZMUR 37:3-6

Bacaan  : Masmur 37 : 3-6

Tema : Lakukanlah yang Baik

Tujuan : Supaya Mamre :

1. Memahami pentingnya hidup mengandalkan Tuhan dan menjadi teladan

2. Mengevaluasi diri sejauh mana sudah bisa menjadi teladan kebaikan ditengah situasi pandemi.

 

1. PENDAHULUAN

Mazmur 37 merupakan suatu pengajaran bijaksana yang didalamnya dapat ditemukan teologi kebijaksanaan, ada peringatan, ada ajaran, ada instruksi, ada janji yang bersyarat  bagi mereka yang taat melakukan kebaikan. Masmur ini memberikan suatu gambaran akhir hidup atau “nasib” orang benar dan orang fasik.

2. TAFSIRAN

Melakukan yang baik bukanlah sebuah pilihan. Jika fahami hal melakukan yang baik sebagai sebuah pilihan, maka ada kemungkinan seseorang akan terjebak kepada kompromi yang membuka peluang seseorang mencari pembenaran pada saat dia melakukan yang jahat. Melakukan kebaikan adalah prilaku tunggal disegala tempat dan disetiap situasi. Melakukan yang baik adalah sebuah karakter yang tidak dapat dipengaruhi oleh situasi dan tempat. Tidak ada alasan apa pun yang melegalkan untuk melakukan yang jahat.

Dalam teks bacaan kita, pemasmur memberi nasihat supaya jangan ada orang yang menganggap benar jika menantang atau melawan kejahatan dengan melakukan kejahatan. Melakukan kejahatn untuk melawan kejahatan bukanlah Tindakan yang benar. Yang benar adalah tetaplah melakukan yang baik. Pemasmur percaya bahwa Tuhanlah yang akan bertindak secara tepat kepada orang jahat. Sebaliknya pemasmur mengajak untuk percaya kepada Tuhan, fokuslah kepada melakukan yang baik di mata Tuhan.

Dalam teks ini menarik untuk dimengerti apa maksudnya ‘diam di negeri’. Didalam terjemahan bahasa Inggris dipakai kata ‘land’ = ‘tanah’. Kalau memakai istilah tanah’ , ini berkaitan dengan tanah perjanjian. Di sini ada semacam ajakan untuk tetap tinggal di negeri dan ada larangan untuk keluar dari negeri. Tentu ini bukan berarti orang tidak boleh jadi imigran, tidak boleh pergi ke luar negeri, dan harus selalu tinggal di negeri sendiri; tentu ini adalah dalam pengertian spiritual, tinggal di negreri berarti tinggal di dalam kelakuan baik, ke luar negeri berarti keluar dari kelakuan yang baik.

Larangan untuk tidak meninggalkan negeri dapat diartikan sebagai sebuah peringatan untuk tidak tergoda dengan negeri luar, yakni kejahatan. Sekalipun sepintas kejahatan itu enak. Yang pasti kejahatan akan tetap berbuah kejahatan. Tapi lakukanlah yang baik, karena kebaikan juga pasti berbuah kebaikan. Diam di dalam negeri berarti jangan meninggalkan jalan kesetiaan, negeri kesetiaan. Terus-meneruslah berbuat baik dengan tekun. Jangan meninggalkan iman percaya kepada Tuhan dan beralih pada negeri diluar Tuhan. Ke luar dari negeri Tuhan akan berakibat buruk. Sedangkan orang yang bertekun, yang setia, dia diam di negeri –negeri kebijaksanaan, negeri kebenaran akan ada kegembiraan di dalam Tuhan ( ay 4). Orang yang setia diam di negeri, dia mengalami kegembiraan karena Tuhan; dan orang yang kegembiraannya di dalam Tuhan, Tuhan akan memberikan kepadanya apa yang diinginkan hatinya. Ini adalah undangan kesetiaan untuk berjalan di jalan kebenaran. Tindakan yang paling tepat adalah berserah kepada Tuhan karena Tuhan berkuasa untuk bertindak memberi yang terbaik bagi orang yang bersandar kepadaNya (ay 5). Keadaan orang yang berada dan bertahan dalam lingkaran Tuhan akan muncul sebagai pemenang (ay 6).

3. APLIKASI

Tetaplah melakukan yang baik. Kelakuan baik akan berbuahkan kebaikan. Jangan tergoda untuk melakukan yang jahat walaupun pelaku kejahatan sepintas hidupnya enak. Itu hanya kesementaraan. Yang pasti, yang melakukan yang baiklah yang akan menjadi pemenang, bercahaya terang.

Pdt Pribadi S Meliala GBKP Rg Tambun

 

Info Kontak

GBKP Klasis Bekasi - Denpasar
Jl. Jatiwaringin raya No. 45/88
Pondok Gede - Bekasi
Indonesia

Phone:
(021-9898xxxxx)

Mediate

GBKP-KBD