Pekan Penatalayanen Wari VII 27 Jan 2018

Pekan Penatalayanen Wari VII

Sabtu 27 Januari 2018

Invocatio : “Ola pelepas dirindu jadi seri ras doni enda, tapi berelah maka perukurenndu ipelimbarui Dibata. Alu bage banci idatndu kai sura-sura Dibata, kai si mehuli, kai si ngena ateNa, janah kai si sempurna” (Roma 12:2).

Ogen        : Jesaya 61:1-2

Khotbah   : Matius 5:13-16

Tema        : Isuruh Ku Doni Enda

  1. Panggila utama Gereja adalah memberitakan Injil Tuhan Yesus Kristus (1 Pet 2:9; Mat 28:19-20). Panggilan tersebut dilaksanakan melalui persekutuan, pelayanan dan kesaksian. Ketiganya tidak dapat dipisahkan walau dapat dibedakan. Gereja adalah persekutuan yang melayani dan bersaksi; kesaksian yang harus dilaksanaka adalah kesaksian oleh persekutuan yang harus dibarengi dengan pelayanan; pelayanan adalah pelayanan di dalam dan oleh persekutuan yang merupakan kesaksian. Dan pelaksanaan panggilan dan pengutusan aalah tanggung jawab dari seluruh warga gereja. Imamat Am orang percaya menegaskan keiktsertaan aktifsemua warga untuk mengemban tugas panggilan dan pengutusan untuk memberitakan Injil Yesus Krisus.
  2. Allah adalah pengutus Agung dan Missio Dei tidak dimulai dari gereja atau badan badan missi tapi mulai dari Allah, yang merupakan sumber keselamatan sekaligus sumber dan pusat missi tersebut. Panggilan tersebut menjadikan kita umat menjadi SaksiNya, AlatNya, PelayanNya dan utusanNya yang bertindak sebagai Garam dan Terang dunia ( Matius 5:13-16). Teks ini bagian dari Khotbah Yesus di bukit yang merupakan pidato peneguhan dan pengajaran bagi murid murid yang dipilih oleh Yesus.
  3. Jika Yesus mengingatkan murid-murid untuk menjadi garam bukan berarti seluruh sifat garam diserap dan dipahami secara gatif namun diambil yang merupakan manfaat terbaik dari garam. Pemahaman yang salah seperti, jika garam terlalau banyak maka akan membuat makanan jadi tidak enak, maka orang Kristen janganlah terlalu banyak didunia ini. Manfaat yang terbaik yang dimaksud adalah

a. Garam berfungsi untuk mengawetkan atau mencegah kebusukkan. Kita adalah garam dunia sehingga kita harus mencegah dunia dari kebusukkan rohani dengan memberitakan Injil disertai kesaksian hidup yang baik.

b. Garam mengenakkan makanan. Koki sehebat apapun tidak akan menghasilkan makanan yang enak jika tanpa garam. Kehadiran kita harus membawa sukacita bagi banyak orang . Kehadiran kita membuat orang lain merasa dikasihi dan terhibur. Namun hati hati karena kita tida boleh menyenangkan hati orang lain dengan melanggar Firman Tuhan.

c. Garam mempengaruhi bukan dipengaruhi. Kita mempengaruhi oang lain untk mengikut Kristus bukan dipengaruhi untu hidup jauh dari Kristus.

4. Terang Dunia sebenarnya adalah Yesus Kristus (Yoh 1:9). Kita adalah terang didalam Tuhan (Ef 5:8), kita memantulkan terang ari Tuhan.

a. Terang erbeda secara menyolok dengan gelap. Cara hidup kita berbeda dalam hal kejujuran kerajinan, mentaati aturan, mengasihi, mengampuni. Dalam hal yang meruakan dosa kita berbeda, tiak ada kompromi dengan dosa.

b. Terang tidak boleh disembunyikan. Kita harus mau bergaul dan berada ditengah dunia untuk menerangi mereka.

c. Terang memberi petunjuk dan arah. Memberi nasehat, ajakan dan teguran.

d. Terang mempengaruhi gelap bukan sebaliknya.

5. Secara khusus menjadi Garam dan terang dunia adalah penggilano rang percaya. Jadilah Garam dan Terang didalam setiap keberadaan idup kita, baik keluarga, digereja, dipekerjaan/ usaha, di lingkungan tempat tinggal dan lain sebagainya. oTahun 2018 adalah tahun politik dan ini merupakan mment yang tepat untuk orang Kristen diutus dan bersaksi sebagai Garam dan Terang dunia baik sebagai yang kan dipilih maupun yang akan memilih.

Pdt. Erlikasna Purba, M.Th

GBKP Denpasar

Info Kontak

GBKP Klasis Bekasi - Denpasar
Jl. Jatiwaringin raya No. 45/88
Pondok Gede - Bekasi
Indonesia

Phone:
(021-9898xxxxx)

Mediate

GBKP-KBD