MINGGU 18 JUNI 2023, KHOTBAH 1 SAMUEL 2:18-21

Invocatio   :

Hai bapa bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya ( Kol 3 :21)

Bacaan :

Galatia 6:1-9 ( T )

Tema :

Mperdiateken keperluan Anak ( Mpemperhatikan kebutuhan Anak)

 

Pendahuluan

Seorang anak bertanya kepada kedua orang tuanya. Kapan Papa dan Mama bisa menemani saya untuk menonton film kesukaan saya yang lagi tayang di bioskop? Papa dan mamanya menjawab nanti ya nak kami masih sibuk. Ini sebuah kondisi yang mungkin jadi di tengah keluarga kita dan juga disekitar kita bahkan dianggota gereja kita. Masih banyak pertanyaan yang mungkin muncul dari anak anak kita didalam keluarga kita. Kapan papa atau mama bisa menemani saya bermain, belajar, belanja, menyaksikan saya tampil di panggung hiburan sekolah. Menjawab pertanyaan saya dan juga membimbing saya mengenai bagaimana membaca Alkitab, menjawab pertanyaan saya tentang Alkitab dll. Satu sisi kita sebagai orang tua mungkin merasa bahwa ketika kita bisa mencukupi segala kebutuhan untuk makan dan sekolah sudah cukup buat mereka. Atau ada juga kita orang tua untuk mencukupi kebutuhan dan sekolahnya juga mungkin kita kesulitan. Hari ini pada Minggu KAKR ini kita diingatkan akan tugas dan juga tanggung jawab kita sebagai orang tua dari anak anak kita. Sebab anak anak kita adalah masa depan dari keluarga, gereja dan juga negara kita.

Pada sisi lain menurut BPS jumlah anak usia dini di Indonesia tahun 2020-2022 sejumlah 30,73 juta jiwa. Jumlah ini setara dengan 11,21% jumlah penduduk Indonesia. Secara jenis kelamin lebih banyak laki-laki dari pada perempuan. Dan mereka akan menjadi bagian penduduk Indonesia produktif pada tahun 2045. Jadi apa yang kita lakukan sekarang dan persiapkan sekarang ini jelas sangat menentukan bagaimana kondisi bangsa Indonesia di tahun 2045.(dataindonesia.id)

Pembahasan Nats

Kitab 1 Samuel dikelompokan ke dalam kitab sejarah di dalam PL. Samuel bin Elkana adalah penulis kitab ini. Ia seorang hakim terakhir Israel sebelum Israel memasuki zaman kerajaan dan merupakan nabi yang mengurapi Saul dan Daud menjadi Raja.Bahan khotbah kita adalah sebagaian dari kisah hidup Samuel secara pribadi yaitu pasal 1-3. Samuel dilahirkan sebagai jawaban Tuhan atas doa Hana, sang ibu yang sebelumnya tidak punya anak.Dan kehidupan Samuel pada masa kanak kanak sudah memperlihatkan tugas yang akan diembanya sebagai abdi Allah. Di pasal 1 Hana mengantar Samuel yang kecil ke rumah Tuhan di Silo. Samuel diserahkan kepada Tuhan pada usia nya yang masih kecil dan menyerahkan masa depanya kepada Tuhan. Kemudian Hana menaikan pujianya ucapan syukurnya kepada Tuhan diawal pasal yang kedua. Bahan khotbah kita ada pada lanjutan setelah nyayian Pujian Hana. LAI memberikan judul “Kejahatan anak anak Eli” Jelas dikatakan di dalam ayat 12-17 sebuah kondisi dan situasi anak anak Eli yang tidak mengindahkan Tuhan dan berlaku dursila mereka mengambil persembahan yang dipersembahkan buat Tuhan sebelum persembahan itu dipersembahkan, mereka memandang rendah korban untuk Tuhan. Mereka juga sebenarnya adalah imam sebab yang menjad imam adalah orang Lewi dan keturunanya. KJV “ they knew not the lord (12) “ mereka tidak mengenal Tuhan. Sesutau yang mungkin agak miris dan juga mengejutkan bagaimana anak anak Imam Eli memiliki sifat dan karakter yang sangat bertolak belakang dengan ayahnya. Apa kira kira penyebannya anak tersebut benar secara darah anak imam Eli tetapi bisa saja kurang diperhatikan atau didik dengan benar. Seorang penulis bijak mengatakan anak bukan persolan apa yang akan ditinggalkan untuknya tetapi persoalan apa yang akan kita isi bagi dirinya atau karakter dan sifatnya.Ada dua hal mungkin yang tidak dilakukan oleh Eli sebagai orang tua untuk membesarkan anak secara mental dan etika dan sebagai Imam yang mengajari kerohanianya. Ayat 18(11) dikisahkan suatu kondisi yang berbeda didalam sebuah situasi yang sama dan tempat yang sama. Samuel yang muda yang sudah diserahkan Hana ke Rumah Allah menjadi pelayan dihadapan Allah ini menunjukan bagaimana proses pendidikan dan perhatian yang dilakukan kepada Samuel selain itu tentu ia diberikan tugas dan tanggung jawab seturut dengan kemampuanya sebagai seorang anak. Mungkin masih memperhatikan kemudian diberikan contoh dan diberikan kesempatan untuk melakukan tugas imam mulai dari hal yang kecil sampai hal yang lebih besar juga membaca dan belajar mengenai taurat ( ia diberikan kesempatan sebab dari segi umur seorang Lewi melayani dari umur 20-50 ( Bil 8:23-26). Ia juga melakukan semua tugas yang diberikan dengan tulus dan sabar.Tentu hal ini dilakukanya dibawah bimbingan dari Eli. Selain itu ia menggunakan baju efod dari kain lenan berupa jubah. Kain lenan yang bagus merupakan barang mewah dan symbol kemurnian. Para imam memakainya dan ini tidak boleh dipakai oleh orang lain. Baju ini juga sebenarnya menunjukan status dan juga siapa yang memakainya. Ia semakin diberkati dan di ayat 26 ditulis bahawa ia bertumbuh dengan baik sehingga disukai oleh Tuhan dan juga manusia. ( Alkitab Edisi Study).Ayat 19 Hana dan Elkana juga menaruh perhatian yang luar biasa buat Samuel mereka rutin mengunjungi Samuel walau hanya setahun sekali ini menunjukan perhatian yang terus menerus selain itu mereka juga membawa jubah kecil. Jelas ukuran jubah yang dibawa juga terus berubah dan perubahan ini tentu dipantau sehingga ketika diberikan maka jubahnya ukuranya pas. Ini menunjukan bahwa Hana sebagai ibu sangat mengerti akan perkembangan anaknya secara fisik dan juga memenuhi kebutuhannya. Ayat 20-21 dikisahkan bagaimana Tuhan memakai Eli untuk memberkati Keluarga ELkana dan Hana. Hana memberikan Samuel untuk melayani Tuhan, Ia mengutamakan Tuhan dalam diri Samuel. Ia seorang ibu yang merindukan anak Tuhan penuhi dank arena sudah dipenuhi Tuhan ia memberikan Samuel kepada Tuhan. Sebagai seorang ibu ia sangat berhak membesarkan Samuel tetapi ia tidak mengambil hanya ia mengorbankan haknya dan Tuhan melihat itu sehingga ia memberikan berkat anak lagi sebagai ganti Samuel tiga anak laki laki dan dua anak perempuan. Tuhan sangat mengerti akan keriunduan Hanan dan Tuhan kembali menunjukan kasih dan berkatnya yang tak terpikirkan oleh manusia termasuk Hana. Samuel menjadi berkat didalam pelayananya karena ia diperhatikan dan didik dengan benar baik oleh Hana dan juga Imam Eli bahakan bukan hanya Samuel yang diberikan tetapi Tuhan tambahkan lagi lima anak buat Hanan. Berbeda dengan anak anak Imam Eli tidak didik dengan benar melakukan perbuatan yang tidak benar walau mereka anak imam, mereka tidak menghormati Allah atau tidak mengenal Allah mereka mengambil persembahan buat Tuhan dan juga melakukan perzinahan (22). Segala sesuatu pasti ada ganjaranya kalau kita membaca sampai habis pasal 2 kita melihat Tuhan menunjukan keadilanya anak anak Imam Eli dihukum oleh Tuhan dan mati. Dan hukuman itu juga sampai kepada Eli dan juga keturnanya. Ini dampak ketika gagal memdidik dan memperhatikan anak dengan benar. Bukan hanya anak tersebut yang mendapat masalah tetapi orang orang disekitarnya juga terkena dampaknya. Invocatio kita juga mengingatkan bagaimana seharusnya didalam kita mendidik atau memperhatikan anak anak kita. Kita jangan melakukan tindakan yang menyakiti, dididik dengan kejam dampaknya bisa anak anak kita menjadi tawar hati. Tawar hati menunjukan sebuah kondisi tidak bersemangat,tidak ada kemauan lagi, hilang keberanian, kecewa dan juga putus harapan ( Sarapan Pagi Biblika).Dalam bacaan kita dari Galatia 6:1-9 kita melihat bagaimana Paulus menasehat jemaat di Galatia agar saling mendukung bagi semua orang percaya. Sebab manusia tidak sempurna da nada kalanya melakukan kesalahan dan pelanggaran dan kesalahan Tentu yang bersalah ini bisa saja kita sebagai orang tua dan bisa saja anak anak kita.dan dalam hal inilah Paulus mengingatkan untuk saling mengajar dan juga menguatkan dan bukan menghakimi. Bahkan bekerja sama juga didalam melakukan yang baik.

Aplikasi

Jhon F. Kennedy mengatakan “ Anak anak adalah pesan hidup yang kita kirim ke waktu yang tidak akan kita lihat” karena anak tersebut merupakan pesan hidup tentu apa isi pesan yang akan disampaikan oleh anak anak tersebut tergantung kepada bagaimana orang tua memperhatikan dan mendidiknya sewaktu diberi kesempatan hidup bersama dengan anak tersebut. Tentu kita semua sebagai orang tua menginginkan anak tersebut membawa pesan yang baik dan menjadi saksi bagi kemulian nama Tuhan. Dari tiga bagian firman Tuhan yang kita baca dalam Minggu KAKR ini ada beberapa hal yang dapat kita pelajari yaitu:

  1. Anak anak kita adalah masa depan dan pemilik masa depan oleh sebab itu anak anak kita harus diperhatikan dengan baik dan benar. Elia memiliki anak anak yang berharga oleh Tuhan anak tersebut lahir dari seorang Imam, mereka juga hidup di rumah Allah tempat beribadah atau menyembah bangsa Israel. Mereka makan dari persembahan yang diberikan oleh bangsa Israel. Tempat, keturunan diberikan makan dengan cukup tidak menjamin sikap dan karakter mereka menjadi orang yang baik dan juga takut akan Tuhan. Akibat ELia tidak meperhatikanya dengan tidak baik maka jelas kita dapat melihat apa yang terjadi pada anak anaknya mereka tidak hormat kepada Tuhan bahkan tidak mengenal Tuhan. Bukan kehidupan yang baik atau pesan yang baik yang mereka bawa tetapi mereka menerima hukuman dari Tuhan bahkan juga orang tuanya.
  2. Pada sisi yang lain ditempat yang sama ada Samuel anak dari Hana kita melihat anak yang masih kecil diserahkan kepada Tuhan didik dengan baik setia melayani mulai masa kecilnya disenangi oleh Tuhan. Eli dan juga bangsa Isrel yang datang ke rumah Allah. Hal ini terjadi karena orang tuanya juga memperhatikan Samuel dengan baik juga Eli yang menjadi teladanya. IA diberi tugas dari kecil sesuai dengan kemampuanya dan kita dapat melihat bagaimana pelayanan yang dilakukan oleh Samuel ia hidup sebagai Halim dan Nabi sebelum bangsa Isrel meminta diangkat raja dan ia juga menjalankan tugasnya untuk mengangkat Saul.
  3. Dalam mendidik anak kita harus memenuhi seluruh kebutuhan anak tersebut. Bukan hanya makanan untuk fifik tetapi juga kerohanianya, mentalnya dan juga psikologinya. Untuk mencukupi hal tersebut kita tentu juga harus bekerja sama dengan orang orang yang ada disekitar kita sebab kita memiliki kemampuan yang terbatas, Tapi satu hal yang tidak bisa tidak kita harus menjadi contoh dan teladan didalam pemahaman dan pengenalanya akan Tuhan.Dampak anak anak kita kurang diperhatikan bisa menimbulkan beberapa hal yaitu:krisis kepercayaan diri, ganguan mental, tidak terjalin ikatan emosinal antara anak dan orang tua,gangguan prilaku dll.
  4. Dalam mendidik anak tentu selain kita orang tua sebagai team ditambah dengan orang diluar kita. Peran yang harus kita lakukan adalah sebagai Imam, Gurur, Hakim dan juga sahabat.

Kesimpulan

Marilah kita memperhatikan dan mendidik anak anak kita dengan baik dan benar. Sebagai orang tua kita pasti memiliki keterbatasan mintalah hikmat kepada Tuhan sebab anak adalah ciptaan Tuhan yang unik dan hanya Tuhan yang sangat mengenal anak kita dengan baik dan benar, Gunakan semua waktu dan kesempatan yang ada seperti yang dikatakan didalam kitab Ulangan 11:17 -18. Hal ini diperintahkan Tuhan bagi bangsa Israekl mendidik anaknya mengenai Taurat dan demikian juga dengan pelajaran yang lain.

 

Pdt Luter Efrata Girsang STh.-GBKP Rg Depok-LA

 

Info Kontak

GBKP Klasis Bekasi - Denpasar
Jl. Jatiwaringin raya No. 45/88
Pondok Gede - Bekasi
Indonesia

Phone:
(021-9898xxxxx)

Mediate

GBKP-KBD