SUPLEMEN PA MORIA 13-19 FEBRUARI 2022, JEREMIA 29:1-14

AKU NGENCA METEH SURA-SURANGKU NANDANGI KAM 

Jeremia 29:1-14

 

Yeremia dipanggil oleh Allah untuk menjadi nabi bagi Yehuda. Tugas Yeremia sebagai seorang nabi adalah sebagai penyabung lidah Allah. Yeremia bertugas menyampaikan perintah dan perinngatan Allah kepada bangsa Yehuda melalui Yeremia. Bangsa Yehuda adalah bangsa yan tegak tengkuk, segala peringatan Alla yang disampaikan Yeremia diacuhkan. Bangsa ini tetap hidup dalam perbuatan-perbuatan dosa yang tidak menyenangkan hati Allah. Hingga Allah memberi hukuman bagi bangsa ini dengan pembuangan.

Yeremia adalah seorang nabi yang sangat menyayangi bangasanya, ia selalu berusaha agar bangsanya tidk mendapatkan hukuman dari Allah. Dia dengan setia memperhadapkan para pemimpin dan rakyat bangsa itu dengan dosa-dosa mereka, menubuatkan tentang 70 tahun pembuangan mereka di Babel. Yeremia menulis kepada orang-orang di Babel (29:4-23) menyuruh mereka untuk terus menjalani kehidupan mereka dan berdoa bagi bangsa kafir yang memperbudak mereka. Artinya kehidupan tidak boleh berhenti seama masa-masa sulit. Dalam situasi tidak menyenangkan atau menyusahkan, kita harus menyesuaikan diri dan terus maju. Kita mungkin merasa suit untuk berdoa bagi orang yang berkuasa kalau mereja jahat, tetapi ituah doa yang palng dibutuhkan (1 Tim. 2:1-2). Saat kita memasuki masa-masa sulit atau perubahan mendadak, berdoalah dengan tekun dan teruslah maju, dengan melakukan apa saja yang bisa kita lakukan dan bukan menyerah karena ketakutan atau ketidakpastian.

Allah mengetahui masa depan, menyediakan rencana-rencanaNya bagi kita adalah baik dan penuh harapan. Selama Allah yang mengetahui masa depan, menyediakan rancangan untuk kita dan menyertai kita ketika melaksanakan misiNya, kita bisa memiliki harapan yang tak terbatas. Ini tidak berarti kita akan dibebaskan dari penderitaan, kesengsaraan dan kesukaran, tetapi Allah sksn menjaga kita terus sampai mencapai akhir yang mulia.

Allah tidak melupakan umatNya meski mereka merupakan tawanan di Babel. Dia berencana untuk memberi suatu awal baru dengan harapan baru serta mengubah mereka menjadi manusia yang baru. Pada situasi menakutkan mungkin terasa seolah-olah Allah melupakan kita. Namun Allah sedang mempersiapkan kita sebagaimana yang telah dilakukanNya kepada bangsa Yehuda, untuk suatu permulaan yang baru bersama Dia sebagai pusat kehidupan.

Berdasarkan rencana Allah, umatNya memiliki masa depan dan harapan karena itu mereka bisa bersderu kepadaNya dengan keyakinan. Sekalipun orang-orang buangan berada di tempat dan masa yang sulit, mereka tidak perlu berputus asa karena mereka memiliki hadirat Alllah, hak istimewa untuk berdoa, dan memperoleh anugerah Allah. Jika kita mencariNya dengan sepenuh hati, kita akan menemukan Dia. Tanah yang asing, kesusahan, oenganiayaan, atau permasalahan apapun tidak dapat memutus persekutuan kita dengan Allah.

Dari perstiwa pembuangan bangsa Yehuda ke tanah pembuangan ada hal yang perlu kita pelajari terkadang saat masa sulit yang kita hadapi bukan berarti Tuhan lepas tangan terhadap kita. Sering kali kita sebagai manusia ketika terjadi pergumulan yang berat kita merasa Tuhan tidak adil atau Tuhan tidak peduli dengan kita dan pergumulan yang sedang kita hadapi. Tetapi ternyata saat masa sulit boleh kita lewati, itu karena rencana Tuhan yang menginginkan kita menjadi mannuisa yang lebih baik. Rancangan Tuhan kepada manusia adalah misteri, hanya IA yang mengetahui apa yang terbaik bagi ciptaanNya. Oleh karena itu kita harus perpengharapan kepadaNya yang empunya rancangan. Agar apapun rancangan Tuhan kepada kita saat ini, kita diberikan kekutan untuk melewatinya meski di masa sulit sekali pun. Segala rancangan rencana Tuhan bertujuan menjadikan kita menjadi manusia yang baru serta harapan baru seperti yang Tuhan perbuat bagi kehidupan bangsa Israel dalam masa pembuangan.

Pdt. Maria Enda Malem br Sitepu-Rg. Surabaya

 

Info Kontak

GBKP Klasis Bekasi - Denpasar
Jl. Jatiwaringin raya No. 45/88
Pondok Gede - Bekasi
Indonesia

Phone:
(021-9898xxxxx)

Mediate

GBKP-KBD