SUPLEMEN PA MORIA 06-12 FEBRUARI 2022, HEBER 1:1-3

KERINA TINEPA GUNA KEMULIAN DIBATA

Heber 1:1-3

 

Latar belakang penulisan kitab Ibrani adalah orang-orang Kristen Yahudi sedang mengalami penderitaan, penganiayaan berat, baik secara sosial maupun fisik, baik dari pihak bangsa Yahudi maupun bangsa Romawi. Kristus belum datang kembali untuk menegakkan kerajaanNya, dan orang-orang tersebut pelru diyakinkan bahwa agama Kristen adalah benar dan bahwa Yesus adalah sungguh-sungguh Mesias.

Orang-orang Yahudi yang menjadi Kristen pada abad pertama tergoda untuk kembali kepada agama Yahudi karena ketidakpastian, rasa aman dengan adat istiadat, dan penganiayaan. Oleh karena itu orang-orang Ibrani harus diberikan pemahaman mengenqi jatidiri Yesus agar tidak jatuh ke dalam agama Yahudi karena ketidakpastian di masa penantian.

Surat Ibrani menyatakan identitas sejati Yesus sebagai Allah. Yesus adalah penguasa tertinggi. Ia lebih mulia daripada agama atau malaikat manapun. Ia lebih tinggi dari pemmpin Yahudi mana pun dan imam mana pun. Ia adalah penyataan sempurna Allah.

Hubungan agama Kristen dengan agama Yahudi adalah soal yang penting dalam gereja mula-mula. Penulis kitab ini melenyapkan kebingungan itu dengan menjelaskan secara teliti bagaimana Yesus Kristus lebih tinggi daripada mailaikat, Musa dan imam-imam besar. perjanjian yang baru ditujukan sebagai perjanjian yang jauh lebih hebat daripada yang lama.

Ayat 1-2, Kitab Ibrani menguraikan secara rinci bagaimana Yesus Kristus tidak hanya menggenapi janji dan nubuat Perjanjian Lama, tetapi lebih baik daripada segala sesuatu di dalam sistem pemikiran Yahudi. Orang-orang Yahudi menerima Perjanjian Lama, tetapi sebagian besar mereka menolak Yesus Kristus sebagai Mesias yan telah lama dinantikan. Allah memakai banyak cara pendekatan untuk menyampaikan pesan-Nya kepada orang-orang dalam zaman Perjanjian Lama. Dia berbicara kepada Yesaya melalui penglihatan (Yes. 6), kepada Yakub melalui mimpi (Kej. 28:10-22). Bangsa Yahudi yan mengenal kisah-kisah ini tidak akan sulit untuk percaya bahwa Allah masih tetap menyatakan kehendakNya. Tetapi mereka heran kalau Allah menyatakan diriNya dengan berbicara melalui anakNya, Yesus Kristus

Ayat 3, Yesus adalah agen Allah dalam menciptakan dunia: “karena di dalan Dialah telah diciptakan segala sesuatu” (Kol. 1:16). Yesus bukan saja hanya sebagai wakil dari Allah, Dia adalah Allah itu sendir, Allah yang berbicara pada zaman Perjanjian Lama. Dia bersifat kekal; Dia bekerja bersama Sang Bapa (Yoh. 1:3; Kol. 1:16). Dia adalah penyataan sempurna Allah. Kita tidak mungkin mendapat pandangan yang lebih jelas menganai Allah selain dengan memandang kepada Kristus. Yesus Kristus adalah penyataan yang sempurna mengenai Allah dalam wujud manusia. Dalam bagian ini juga mengaitkan kuasa Allah untuk menyelamatkan dengan kuasnya untuk menciptakan. Dengan kata lain, kuasa yang menjadikan alam semesta dan yang memelihara kelangsungannya adalah kuasa yang sama yang menyucikan dosa-dosa kita. Oleh karena salah besar jika kita pernah berpikir bahwa Allah tidak dapat mengampuni kita. Tidak ada dosa yang terlalu besar sehingga tidak bisa ditangani oleh Penguasa alam semesta itu. Dia mampu dan mau mengampuni kita apabila kita datang kepadaNya melalui anakNya.

Allah san pencipta alam semesta jug adalahAllah yang memelihara alam ini. Allah tidak pernah berhenti mencipta dan selalu memperbaharui ciptaanNya untuk kemuliaanNya. Hanya Allah yang mampu menciptakan dan memelihara ciptaan dengan tujuan menghindarkan alam ini dari tenaga-tenaga yang aan merusaknya. Maka dari itu Allah memakai manusia sebagai tenaga-tenaga pemelihara yang bertanggungjawab pada alam semesta. Jadi orang yang menerima Kristus adalah oran yang mampu memahami bahwa semua ciptaan Adalah untuk kemuliaan Allah dan segenap perbuatan kepada sesama ciptaan yang lain juga menunjukkan kemuliaan Allah.

Pdt. Maria Enda Malem br Sitepu-Rg Surabaya

 

Info Kontak

GBKP Klasis Bekasi - Denpasar
Jl. Jatiwaringin raya No. 45/88
Pondok Gede - Bekasi
Indonesia

Phone:
(021-9898xxxxx)

Mediate

GBKP-KBD